Jakarta, Juni 2026 — Dayalima Group, melalui Daya Dimensi Indonesia bersama platform Applicant Tracking System (ATS) karya anak bangsa, KLOB, kembali menghadirkan program edukasi bagi para profesional HR dan pemimpin bisnis di Indonesia melalui Mini Workshop Online bertajuk “Beyond Hiring: Speed-to-Hire Without Quality Drop”. Workshop yang berlangsung secara daring via Zoom ini mengangkat satu tekanan yang dihadapi hampir setiap organisasi pada setiap siklus rekrutmen: bagaimana merekrut lebih cepat tanpa mengorbankan kualitas talenta yang dipilih.
Workshop ini dipandu oleh Syarip Hidayat, Associate Director of Technology di Daya Dimensi Indonesia sekaligus Business Unit Leader di Dlabs, unit bisnis yang berfokus pada pengembangan solusi inovatif dengan menggabungkan teknologi dan ilmu dasar people development. Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang teknologi dan lebih dari 10 tahun secara khusus mengembangkan solusi People Technology, Syarip telah membantu banyak organisasi meningkatkan kualitas, kapasitas, serta kecepatan layanan rekrutmen, asesmen, hingga learning & development mereka.
Recruitment Bukan Sekadar Proses Administrasi HR
Sesi dibuka dengan penegasan bahwa rekrutmen perlu dilihat sebagai business workflow, bukan sekadar proses administratif HR semata. Data yang dipaparkan menunjukkan betapa beratnya beban yang ditanggung tim rekrutmen saat ini: setiap lowongan rata-rata menerima lebih dari 200 lamaran yang sulit dibandingkan secara objektif karena terlihat serupa, tim HR menghabiskan 10–15 jam per minggu hanya untuk screening CV manual, setiap kesalahan rekrutmen (bad hire) berpotensi memboroskan hingga 30% dari gaji yang dibayarkan, dan 45% karyawan baru bahkan resign dalam tahun pertama akibat minimnya asesmen yang tepat saat proses seleksi.
Syarip Hidayat memetakan proses rekrutmen tradisional yang umum dijalankan organisasi, mulai dari pembukaan posisi, publikasi lowongan, pengumpulan CV, manual screening, phone screen, tes/asesmen, wawancara pengguna, medical check up, hingga keputusan hiring dan onboarding — total sepuluh tahapan yang sarat dengan handoff manual dan tools yang tidak saling terhubung, sehingga membuka peluang besar terjadinya keterlambatan, pekerjaan berulang, dan kandidat yang mengundurkan diri di tengah proses.
Studi Kasus: Ketika Upaya Besar Belum Menghasilkan Kecepatan Hiring
Sebagai ilustrasi nyata, peserta diajak menelaah studi kasus sebuah perusahaan dengan lebih dari 5.000 karyawan yang melibatkan tiga recruiter, ratusan lamaran, namun tetap membutuhkan waktu tiga minggu hanya untuk menghasilkan sepuluh kandidat shortlist pada satu posisi Sales Executive. Meski sudah menggunakan berbagai tools digital secara terpisah seperti Google Form, WhatsApp, dan spreadsheet manual, proses yang terfragmentasi ini pada akhirnya membuat tiga kandidat terbaik justru sudah diterima di perusahaan lain sebelum proses internal selesai.
Dampak bisnis dari proses yang terfragmentasi tersebut ternyata jauh lebih besar dari yang terlihat di permukaan: siklus hiring memanjang hingga tiga minggu untuk satu posisi, estimasi biaya effort yang terserap mencapai sekitar Rp9,2 juta, kontribusi sales yang tertunda akibat posisi yang lama kosong, hingga hilangnya tiga kandidat terbaik yang direbut kompetitor karena bergerak lebih cepat dibandingkan proses internal perusahaan.
Pelajaran dari The COMO 1907 Recruitment Funnel
Salah satu bagian paling menarik dari workshop ini adalah studi kasus dari dunia sepak bola: bagaimana klub COMO 1907 di Liga Serie B Italia mentransformasi proses rekrutmen pemainnya dari yang semula sepenuhnya bergantung pada insting dan pengalaman subjektif satu-dua orang, menjadi ekosistem berbasis data yang mengadopsi konsep Moneyball dengan menyerap keunggulan sistem analitik klub-klub seperti Brighton dan Liverpool.
Melalui The COMO Recruitment Funnel, sistem analitik mereka mampu menyaring 500 hingga 1.000 lebih profil pemain hanya dalam hitungan detik berdasarkan metrik spesifik, kemudian mengerucutkannya melalui tahap video & scouting, analisis perilaku, pengecekan keuangan, hingga akhirnya tersisa tiga sampai enam kandidat akhir yang seluruhnya telah memenuhi standar objektif — memberikan kebebasan penuh bagi pelatih untuk memilih siapa pun dari daftar pendek tersebut.
Tiga Pilihan Organisasi Ketika Proses Rekrutmen Melambat
Ketika proses rekrutmen melambat, Syarip Hidayat memaparkan tiga respons yang umum dipertimbangkan organisasi: menambah jumlah recruiter yang berdampak menambah kapasitas tim namun meningkatkan biaya SDM tanpa mengubah proses yang ada, melatih recruiter yang meningkatkan kompetensi namun beban administratif tetap ada, atau memperbaiki workflow dan sistem yang dinilai memberikan dampak paling besar dan berkelanjutan karena langsung mengurangi kerja manual sekaligus menaikkan visibilitas proses, meski membutuhkan perubahan cara kerja.
Empat area yang perlu diperbaiki dalam workflow rekrutmen pun diidentifikasi, yaitu visibility untuk mengetahui posisi dan status setiap kandidat secara real-time, structure berupa alur kerja yang konsisten dari kebutuhan tenaga kerja hingga onboarding, integration yang menghubungkan proses, data, dan stakeholder dalam satu alur kerja, serta insights yang mendukung keputusan hiring lebih cepat dan berbasis data.
Mengenal ATS dan Peran KLOB sebagai Solusi Rekrutmen Lokal
Workshop ini turut menjelaskan secara mendalam mengenai Applicant Tracking System (ATS), perangkat lunak yang memusatkan dan mengotomatisasi seluruh proses rekrutmen mulai dari memasang lowongan kerja hingga memberikan penawaran kepada kandidat. Manfaat utamanya mencakup penghematan waktu melalui otomatisasi penyaringan CV dan penjadwalan wawancara, pengurangan biaya rekrutmen (cost-per-hire), peningkatan kualitas seleksi melalui kriteria yang terstruktur, serta penyediaan data untuk memantau pipeline dan time-to-hire. Pasar ATS global sendiri diproyeksikan tumbuh dengan CAGR 7,6% dan mencapai nilai USD 15,46 miliar pada 2035.
Di sinilah KLOB, ATS yang dirancang khusus untuk proses rekrutmen di Indonesia, diperkenalkan sebagai solusi. Berbeda dari ATS generik atau sekadar job portal, KLOB menggabungkan pipeline ATS lengkap dengan talent pool kandidat yang telah terasesmen — mulai dari fresh graduate hingga profesional berpengalaman di berbagai industri — sehingga dapat digunakan untuk merekrut posisi di semua level dan semua industri. Platform ini mudah digunakan tanpa perlu pelatihan khusus, dibangun khusus untuk kandidat di Indonesia, dan terintegrasi dengan alat tes sehingga pengguna dapat menyaring kandidat berdasarkan skor dan kompetensi, bukan lagi menumpuk dan meninjau CV satu per satu.
Dalam sebuah simulasi yang dipaparkan, penggunaan KLOB mampu menyaring 200 lamaran menjadi 34 kandidat yang benar-benar sesuai — dalam hitungan detik, bukan berminggu-minggu seperti pada proses manual.
Workflow Rekrutmen yang Lebih Cerdas dengan KLOB
Syarip Hidayat memaparkan bagaimana KLOB mendukung enam tahapan workflow rekrutmen yang lebih cerdas: membuat lowongan dengan menetapkan role, requirement, dan tahapan pipeline; mengumpulkan, menyaring, dan memfilter aplikasi dalam satu dasbor terpusat; melakukan asesmen psikometrik terhadap kandidat terpilih; mengelola pergerakan kandidat antar tahap dengan visibilitas status; mengoordinasikan wawancara beserta pengumpulan feedback stakeholder; hingga mengambil keputusan berbasis perbandingan data kandidat secara berdampingan. Hasilnya: lebih sedikit pelacakan manual, visibilitas yang lebih baik, koordinasi yang lebih cepat, serta keputusan hiring yang lebih konsisten.
Rekrut Lebih Cepat Tanpa Mengorbankan Kualitas Kandidat
Pesan inti yang ditegaskan di penghujung workshop adalah bahwa tantangan sesungguhnya bukan menambah aktivitas dalam proses rekrutmen, melainkan mengurangi hambatan yang memperlambat keputusan dan pergerakan kandidat. Dengan workflow yang terhubung, organisasi dapat berpindah dari proses rekrutmen yang terfragmentasi menuju connected hiring workflow yang memberikan visibilitas lebih baik ke setiap kandidat, lebih sedikit waktu untuk administrasi manual, evaluasi dan kolaborasi yang lebih konsisten, serta keputusan hiring yang lebih cepat dan cerdas — tanpa harus menurunkan standar kualitas seleksi.
Tentang KLOB dan Daya Dimensi Indonesia
KLOB adalah platform ATS karya Daya Dimensi Indonesia yang dirancang khusus untuk kebutuhan rekrutmen organisasi di Indonesia, menggabungkan teknologi pelacakan kandidat dengan talent pool yang telah terasesmen secara objektif. Sebagai bagian dari Dayalima Group, Daya Dimensi Indonesia terus konsisten menghadirkan solusi berbasis teknologi dan riset bagi para profesional HR dan pemimpin bisnis di Indonesia, dengan tujuan membantu organisasi merekrut lebih cepat tanpa mengorbankan kualitas talenta yang dipilih.
Ingin melihat bagaimana KLOB dapat mempercepat proses rekrutmen di organisasi Anda? Pelajari lebih lanjut dan jadwalkan demo melalui tim Daya Dimensi Indonesia.
Artikel ini merupakan rangkuman resmi dari Mini Workshop Online “Beyond Hiring: Speed-to-Hire Without Quality Drop” yang diselenggarakan oleh Daya Dimensi Indonesia bersama KLOB, bagian dari Dayalima Group.


