Jakarta, 26 Mei 2026 — Dayalima Group, melalui Daya Dimensi Indonesia bersama platform asesmen EnGauge, kembali menghadirkan program edukasi bagi para profesional HR dan pemimpin bisnis di Indonesia melalui Mini Workshop Online bertajuk “Beyond Hiring: Bagaimana Psychometric Assessment Mendukung Berbagai Talent Decision”. Workshop yang berlangsung secara daring via Zoom ini mengangkat satu pertanyaan mendasar yang sering luput dari perhatian organisasi: apakah penilaian psikometrik selama ini hanya dimanfaatkan sebagai alat seleksi rekrutmen, padahal nilai strategisnya jauh lebih besar setelah karyawan bergabung dengan organisasi?
Workshop ini kembali dipandu oleh Dr. Maharani Syahratu Kertapati, Head of Future of Work di Daya Dimensi Indonesia sekaligus pemimpin Applied Science and Imagination Center (ASIC), unit riset dan pengembangan internal perusahaan. Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang assessment dan people analytics, Dr. Maharani telah membantu puluhan perusahaan Fortune 500 mengoptimalkan proses pengelolaan talenta, dan dikenal sebagai pelopor riset doktoral pertama tentang Assessment Center di tingkat PhD di Indonesia.
Mengubah Paradigma: Dari Filter Rekrutmen Menjadi Workforce Intelligence
Sesi dibuka dengan refleksi mendalam mengenai bagaimana organisasi sebenarnya tidak kekurangan data talenta. Banyak perusahaan sudah memiliki dashboard KPI, matriks kompetensi, penilaian kinerja, laporan produktivitas, hingga evaluasi hasil wawancara. Namun, pertanyaan yang sesungguhnya bukan soal kuantitas data, melainkan: “Do we truly understand people beyond performance?” — apakah organisasi benar-benar memahami orang di luar sekadar performa yang terlihat di permukaan?
Dr. Maharani memaparkan bagaimana peran asesmen psikometrik telah bergeser secara signifikan seiring meningkatnya kompleksitas dunia kerja, yaitu dari paradigma lama sebagai filter rekrutmen yang hanya berfokus memilih kandidat yang sesuai, menuju paradigma masa kini sebagai workforce intelligence yang menghasilkan insight mendalam untuk membangun organisasi yang lebih future-ready. Organisasi modern tidak lagi hanya mencari siapa yang bisa bekerja hari ini, tetapi siapa yang mampu beradaptasi, berkembang, dan mempertahankan performa di masa depan.
Sesi Interaktif “Miskonsepsi atau Fakta”: Menguji Asumsi Lama Soal Talenta
Salah satu segmen paling menarik dalam workshop ini adalah sesi interaktif “Miskonsepsi atau Fakta”, di mana peserta diajak memberikan reaksi langsung di Zoom terhadap enam pernyataan umum seputar pengelolaan talenta. Hasilnya membongkar sejumlah asumsi yang selama ini dianggap benar:
- “Kontributor individu terbaik biasanya menjadi manajer terbaik” — terbukti sebagai miskonsepsi. Keunggulan teknis dan eksekusi individu tidak otomatis berarti seseorang memiliki kemampuan melatih, memengaruhi, dan berpikir strategis sebagai pemimpin.
- “Karyawan umumnya meninggalkan organisasi karena gaji” — juga miskonsepsi. Organisasi sering tahu siapa yang pergi, tetapi jarang benar-benar memahami alasan sesungguhnya di balik keputusan tersebut.
- “Perbedaan gaya kerja dapat secara signifikan memengaruhi kinerja tim” — terbukti fakta. Perbedaan gaya komunikasi dan pengambilan keputusan dapat memicu kesalahpahaman, namun keseragaman yang berlebihan justru dapat menghambat inovasi.
- “Penilaian psikometrik cenderung memberi label pada orang” — miskonsepsi. Tujuannya adalah memahami pola perilaku secara objektif sebagai bahan pertimbangan, bukan vonis mutlak terhadap seseorang.
- “Karyawan yang paling menonjol biasanya adalah calon pemimpin masa depan yang paling kuat” — miskonsepsi. Succession planning yang efektif perlu melihat kapasitas kepemimpinan jangka panjang, bukan hanya visibilitas kinerja saat ini.
- “Kemampuan seseorang dapat terus berkembang seiring waktu” — fakta. Kemampuan manusia bersifat dinamis dan terus berkembang melalui pembelajaran, pengalaman, dan paparan di lingkungan kerja.
Rethinking Psychometric Assessment: Dari Alat Evaluasi Menuju Kapabilitas Strategis
Workshop ini juga menghadirkan kerangka berpikir baru dalam memandang asesmen psikometrik. Jika pandangan tradisional memposisikan asesmen sebagai alat satu kali yang hanya dijalankan HR untuk kebutuhan rekrutmen dan berfokus pada kinerja saat ini, pendekatan modern mendorong organisasi untuk menjadikan asesmen sebagai kapabilitas workforce intelligence yang berkelanjutan — mendukung pemahaman talenta secara real-time, potensi pertumbuhan individu, hingga pengambilan keputusan bisnis yang strategis.
Lebih jauh, Dr. Maharani menegaskan bahwa penilaian psikometrik dapat mendukung enam area keputusan talenta sekaligus: rekrutmen, pengembangan, promosi, kepemimpinan, retensi, dan suksesi. Semakin banyak titik data yang dikumpulkan secara berkelanjutan, semakin kaya pula insight yang dapat dimanfaatkan organisasi untuk mengambil keputusan yang lebih cepat, objektif, prediktif, skalabel, dan tetap berorientasi pada manusia (people-centered).
Mengapa Ini Penting di Tengah Perubahan Dunia Kerja
Dunia kerja saat ini menuntut kolaborasi lintas generasi, adaptasi terhadap perubahan teknologi yang cepat, kemampuan menghadapi ketidakpastian, pembelajaran berkelanjutan, serta pengelolaan kompleksitas yang terus meningkat. Di tengah tuntutan tersebut, organisasi membutuhkan keputusan talenta yang jauh lebih cepat, objektif, dan prediktif — dan di sinilah asesmen psikometrik berperan penting dalam membantu organisasi memahami potensi, memprediksi kinerja, serta membangun tenaga kerja yang siap menghadapi masa depan.
Bonus Interaktif: Talent Decision Matcher
Sebagai pelengkap sesi, peserta workshop juga mendapatkan akses ke Talent Decision Matcher, sebuah mini diagnostic berisi lima pertanyaan yang dapat diselesaikan dalam waktu sekitar empat menit untuk memetakan praktik pengambilan keputusan talenta di organisasi masing-masing peserta.
Tentang EnGauge dan Daya Dimensi Indonesia
Workshop ini juga memperkenalkan EnGauge: A Navigator to Measurement, platform asesmen psikometrik yang dirancang Daya Dimensi Indonesia untuk membantu organisasi merancang, menjalankan, dan menyempurnakan strategi pengukuran talenta sesuai kebutuhan bisnis masing-masing, sehingga menghasilkan insight yang lebih strategis dan dapat diandalkan dalam jangka panjang.
Sebagai bagian dari Dayalima Group, Daya Dimensi Indonesia terus konsisten menghadirkan program edukasi dan solusi berbasis riset bagi para profesional HR dan pemimpin bisnis di Indonesia, dengan menempatkan pendekatan berbasis data sebagai fondasi setiap keputusan terkait talenta.
Ingin memahami lebih lanjut bagaimana psychometric assessment dapat dirancang sesuai kebutuhan organisasi Anda? Kunjungi engaugemetrics.com untuk informasi lebih lanjut.
Artikel ini merupakan rangkuman resmi dari Mini Workshop Online “Beyond Hiring” yang diselenggarakan oleh Daya Dimensi Indonesia bersama EnGauge, bagian dari Dayalima Group.


