Skip to main content

Daya Dimensi Indonesia

Daya Dimensi Indonesia Sukses Selenggarakan Mini Workshop Online “Besok Leader Terbaik Anda Resign: Siapa Penggantinya?”

Daya Dimensi Indonesia Sukses Selenggarakan Mini Workshop Online “Besok Leader Terbaik Anda Resign: Siapa Penggantinya?”

Jakarta, April 2026 — Dayalima Group, melalui anak perusahaannya Daya Dimensi Indonesia, kembali menghadirkan rangkaian edukasi bagi para profesional HR dan pemimpin bisnis di Indonesia melalui Mini Workshop Online bertajuk “WARNING: Besok Leader Terbaik Anda Resign — Siapa Penggantinya?”. Acara yang berlangsung secara daring via Zoom ini diselenggarakan dalam rangka membantu organisasi memahami pentingnya succession planning sebagai sistem yang hidup, bukan sekadar daftar nama di atas kertas.

Workshop ini dipandu langsung oleh Dr. Maharani Syahratu Kertapati, Head of Future of Work di Daya Dimensi Indonesia, yang juga memimpin Applied Science and Imagination Center (ASIC), unit riset dan pengembangan internal perusahaan. Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang assessment dan people analytics, Dr. Maharani telah membantu puluhan perusahaan Fortune 500 mengoptimalkan proses pengelolaan talenta mereka.

Mengapa Succession Planning Menjadi Isu Mendesak Bagi Perusahaan di Indonesia

Dalam sesi yang berlangsung interaktif ini, Dr. Maharani membuka diskusi dengan menyoroti realitas “build vs buy” dalam pengelolaan talenta. Data yang dipaparkan menunjukkan bahwa merekrut talenta dari luar organisasi ternyata 18–20% lebih mahal dibandingkan mengembangkan talenta internal, sementara 40% eksekutif yang dipromosikan justru gagal mencapai performa optimal dalam 18 bulan pertama. Yang lebih mengkhawatirkan, masih ada 56% perusahaan yang belum memiliki succession plan yang terstruktur.

Sebagai studi kasus nyata, peserta diajak menelaah kembali dinamika suksesi darurat yang dialami PT Holcim Indonesia Tbk pada Juli 2009, ketika Presiden Direktur perusahaan saat itu, Timothy Mackay, meninggal dunia akibat insiden bom di Hotel JW Marriott, Jakarta. Kasus ini menjadi pengingat bahwa transisi kepemimpinan dapat terjadi kapan saja, dan organisasi yang siap adalah organisasi yang telah menyiapkan penggantinya jauh sebelum krisis terjadi.

Membongkar 3 Miskonsepsi Umum Seputar Succession Planning

Salah satu bagian inti dari workshop ini adalah pembahasan tiga miskonsepsi yang paling sering dijumpai di organisasi:

  1. “Sudah punya leadership pipeline berarti succession planning sudah berjalan.” Faktanya, pipeline tanpa sistem hanyalah daftar nama di spreadsheet tanpa visibilitas real-time mengenai siapa yang benar-benar siap.
  2. “Top performer pasti siap menjadi successor.” Kinerja pada peran saat ini tidak selalu mencerminkan kesiapan untuk peran di masa depan. Diperlukan readiness mapping berbasis capability framework, bukan sekadar intuisi.
  3. “Succession planning adalah urusan HR semata.” Tanpa keterlibatan aktif para pemimpin bisnis, succession plan hanya akan menjadi dokumen yang tidak pernah dieksekusi.

Framework BLIND: Alat Audit Cepat untuk Mengukur Kesiapan Organisasi

Sebagai bagian dari sesi interaktif, peserta diajak melakukan flash audit menggunakan Framework BLIND yang dikembangkan oleh Daya Dimensi Indonesia, mencakup lima dimensi utama:

  • Baseline — Kejelasan posisi-posisi paling kritikal dalam organisasi
  • Leadership — Definisi yang jelas tentang kriteria kesiapan, bukan hanya job description
  • Information — Sentralisasi data talenta dalam satu sumber yang terpercaya
  • Navigation — Rencana konkret untuk menutup gap kompetensi
  • Data-Driven — Pengambilan keputusan promosi berbasis data objektif, bukan kedekatan

Melalui polling langsung, peserta diajak menghitung skor BLIND masing-masing dan memetakan posisi organisasinya ke dalam tiga zona: Zona Siap, Zona Perhatian, atau Zona Awal — sebagai titik berangkat untuk perbaikan berkelanjutan.

Studi Kasus: Potensi Kerugian Akibat Succession Planning yang Lemah

Dr. Maharani turut memaparkan studi kasus dari salah satu perusahaan energi dengan sekitar 140 karyawan yang belum memiliki struktur organisasi formal maupun profil posisi berbasis kapabilitas. Akibatnya, organisasi tersebut berpotensi mengalami kerugian hingga Rp 1,3–2,1 miliar, mulai dari biaya kekosongan posisi VP, risiko kesalahan suksesi, hingga duplikasi peran yang tidak teridentifikasi. Studi kasus ini menjadi gambaran nyata betapa mahalnya harga yang harus dibayar organisasi yang masih mengandalkan pendekatan reaktif dalam perencanaan suksesi.

Dari Daftar Statis Menuju Sistem yang Hidup

Salah satu pesan kunci yang ditekankan dalam workshop ini adalah pentingnya transformasi pendekatan succession planning: dari yang sebelumnya berupa daftar nama di spreadsheet yang jarang diperbarui, data tersebar di berbagai sumber, dan keputusan berbasis opini — menjadi sebuah dashboard succession dengan visibilitas berkelanjutan, single source of truth, serta keputusan yang berbasis kapabilitas objektif.

Pendekatan inilah yang menjadi dasar pengembangan Acelents Succession Planning Module, sebuah talent experience platform yang dirancang Daya Dimensi Indonesia untuk membantu organisasi mengubah proses suksesi menjadi lebih aktif, terukur, dan transparan.

Antusiasme Peserta dan Sesi Interaktif

Workshop berdurasi 45 menit ini dirancang dengan format yang ringkas namun padat, mencakup empat ide utama dan tiga sesi interaksi langsung berupa polling dan diskusi via chat. Di penghujung sesi, peserta diajak merumuskan satu langkah kecil yang dapat mereka mulai dalam 30 hari ke depan untuk memperkuat kesiapan suksesi di organisasi masing-masing — sebuah pengingat bahwa perubahan besar sering kali dimulai dari langkah-langkah sederhana yang konsisten.

Tentang Dayalima Group dan Daya Dimensi Indonesia

Dayalima Group, melalui Daya Dimensi Indonesia sebagai people strategist group, secara konsisten menghadirkan program edukasi dan solusi berbasis riset bagi para profesional HR dan pemimpin bisnis di Indonesia. Melalui unit Applied Science and Imagination Center (ASIC), Daya Dimensi Indonesia terus mengembangkan pendekatan berbasis data untuk membantu organisasi mengelola talenta secara lebih strategis, termasuk melalui platform Acelents.

Bagi organisasi yang ingin memahami lebih jauh bagaimana mengubah pendekatan succession planning dari sekadar daftar nama menjadi sistem yang hidup, Dayalima Group dan Daya Dimensi Indonesia berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program serupa di masa mendatang.

Ingin melihat bagaimana Acelents Succession Planning Module bekerja? Jelajahi tur produk interaktif selama 3 menit di acelents.com/tour.


Artikel ini merupakan rangkuman resmi dari Mini Workshop Online yang diselenggarakan oleh Daya Dimensi Indonesia, anggota dari Dayalima Group.