Jakarta, Februari 2026 — DLABS, business unit dari Dayalima Group yang berfokus pada pengembangan kapasitas bisnis dan kepemimpinan, berhasil menyelenggarakan Mini Workshop Virtual bertajuk “WARNING: The Harder You Work, The More Your Business Depends on You” pada Senin, 23 Februari 2026, pukul 13.00–16.00 WIB melalui platform Zoom.
Workshop gratis ini menghadirkan Prijono Nugroho, Business & Executive Coach berpengalaman lebih dari 25 tahun sebagai senior leader di industri perbankan, yang kini aktif mendampingi para founder dan business owner dalam membangun sistem bisnis yang berkelanjutan.
Tentang DLABS – Daya Dimensi Indonesia
DLABS merupakan salah satu business unit strategis di bawah naungan Dayalima Group, sebuah people strategist group yang telah dipercaya oleh ratusan organisasi di Indonesia dalam bidang leadership development, business coaching, dan talent strategy. Melalui DLABS, Dayalima Group menghadirkan program-program berbasis bukti (evidence-based) yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang nyata dan terukur.
Workshop ini merupakan bagian dari inisiatif DLABS untuk mendekatkan akses terhadap wawasan bisnis berkualitas kepada para pelaku usaha, khususnya SME owners, founders, dan startup di Indonesia.
Mengapa Workshop Ini Relevan: Fenomena “Founder yang Rajin, Bisnis yang Rapuh”
Workshop dibuka dengan sebuah paradoks yang kerap dialami para pelaku usaha: semakin keras seorang founder bekerja, semakin besar ketergantungan bisnis terhadap dirinya. Kondisi ini bukan tanda dedikasi — melainkan sinyal bahaya (red flag) yang menunjukkan absennya sistem bisnis yang kokoh.
Data yang dipaparkan dalam sesi ini cukup mengejutkan:
- 65% business owner lebih sering terjaga malam karena urusan bisnis dibandingkan masalah pribadi (Gallagher Survey, 2025)
- 66% business owner belum memiliki sistem yang memadai untuk mengelola bisnis mereka (Mastercard Small Business Barometer, 2024)
Temuan ini menegaskan satu kesimpulan: tanpa sistem, bukan pemilik yang mengendalikan bisnis — melainkan bisnislah yang mengendalikan hidup sang pemilik.
Sorotan Utama: Tiga Mitos yang Menghambat Pertumbuhan Bisnis
Bagian paling antusias dari workshop adalah sesi pembongkaran tiga mitos yang selama ini dipercaya — dan justru menjebak — banyak business owner:
Mitos #1: “Kalau Mau Benar, Harus Kerjakan Sendiri”
Coach Prijono menjelaskan bahwa keyakinan ini bukan cerminan standar tinggi, melainkan indikasi trust deficit. Perbedaan mendasar antara working IN the business (menangani semua hal operasional sehari-hari) dan working ON the business (membangun sistem, strategi, dan kapabilitas tim) menjadi titik balik bagi banyak peserta.
Mitos #2: “Tim Saya Belum Siap, Makanya Saya Masih Harus Turun Tangan”
Realitanya, tim tidak akan pernah “siap” jika tidak pernah diberi ruang untuk berkembang. Yang sering kali kurang bukan kualitas orangnya, melainkan tidak adanya sistem yang terdiri dari tiga elemen kunci: Clarity (kejelasan target), Trust (ruang untuk bertumbuh), dan Accountability (pengukuran hasil).
Mitos #3: “Nanti Kalau Bisnis Sudah Besar, Baru Saya Bisa Lepas”
Inilah mitos paling berbahaya — karena menciptakan trap loop: tidak bisa mendelegasikan menyebabkan bisnis tidak bisa tumbuh, dan bisnis yang tidak tumbuh membuat delegasi terasa tidak mungkin. Coach Prijono menegaskan prinsip penting: “You don’t delegate because the business is ready. The business gets ready BECAUSE you delegate.”
Framework Utama: Systemization → Operation → Profit
Workshop ini memperkenalkan sebuah roadmap terstruktur yang menjadi fondasi program Business Coaching DLABS:
Step 1 – Systemization: Membangun sistem di empat area utama — teknologi, delivery & distribusi, pengukuran, serta pengembangan sumber daya manusia.
Step 2 – Operation: Mengoptimalkan lima lever bisnis yang mendorong revenue: lead generation, conversion rate, jumlah transaksi, rata-rata nilai penjualan, dan margin profit.
Step 3 – Profit: Hasil akhir dari dua langkah sebelumnya — bisnis yang berjalan secara independen, pemilik yang memiliki kebebasan waktu, serta pertumbuhan yang skalabel dan berkelanjutan.
Pesan kuncinya sederhana namun kuat: “Build the system. Run the operation. Reap the profit.”
Sesi Interaktif yang Mendorong Refleksi Mendalam
Yang membedakan workshop DLABS dari webinar konvensional adalah tingkat interaksi yang tinggi. Sepanjang 60 menit sesi, peserta diajak terlibat aktif melalui:
- Flash Audit “Are You the Bottleneck?” — peserta menilai diri sendiri dengan tiga pertanyaan diagnostik berskala 0–5, mengukur seberapa jauh bisnis mereka bisa berjalan tanpa keterlibatan langsung sang pemilik.
- Delegation Reality Check — peserta mengidentifikasi pola delegasi mereka saat ini: apakah berakhir mengerjakan ulang sendiri, membiarkan hasil yang tidak sesuai, atau sudah mendelegasikan dengan sistem yang konsisten.
- Breakout Room Peer Wisdom — diskusi kelompok kecil selama 5 menit yang mendorong peserta berbagi tantangan nyata seputar delegasi dan mengidentifikasi posisi bisnis mereka dalam framework Systemization → Operation → Profit.
- Future Visualization — peserta diajak membayangkan kondisi bisnis mereka 6 bulan ke depan: HP yang tidak lagi dipenuhi notifikasi approval, bisnis yang tetap berjalan saat pemiliknya libur dua minggu, serta waktu yang tersedia untuk berpikir tentang bisnis — bukan sekadar mengerjakan bisnis.
Antusiasme Peserta dan Respons Komunitas
Respons peserta terhadap workshop ini sangat positif. Sesi chat dipenuhi dengan berbagai ekspresi — mulai dari pengakuan jujur bahwa bisnis mereka sangat bergantung pada kehadiran mereka, hingga harapan untuk segera mengimplementasikan framework yang dipelajari.
Sesi Q&A di akhir workshop menjadi ruang diskusi yang hangat, dengan banyak peserta mengangkat pertanyaan spesifik seputar cara membangun SOP, strategi delegasi untuk tim kecil, hingga cara mengukur kesiapan tim secara objektif.
Tentang Coach Prijono Nugroho
Prijono Nugroho adalah Business & Executive Coach dengan rekam jejak lebih dari 25 tahun sebagai senior leader di industri perbankan. Ia merupakan:
- World’s #1 Coach (2011 & 2012)
- Global Hall of Fame Member (2015) — ActionCOACH
- Coach of The Year — Engage & Grow Global (2019)
Dengan pendekatan berbasis behaviour, mindset, dan measurable performance, Coach Prijono telah membantu ratusan perusahaan meningkatkan profitabilitas, memperkuat engagement tim, hingga mempersiapkan bisnis untuk scale-up — termasuk menuju IPO.
Langkah Selanjutnya: Free Business Diagnostic Call
Bagi peserta maupun pembaca yang ingin mengambil langkah konkret pasca workshop, DLABS membuka Free Business Diagnostic Call — sesi 30 menit gratis bersama coach bersertifikat untuk:
- Mengidentifikasi bottleneck terbesar dalam bisnis
- Mendapatkan satu actionable step yang dapat dijalankan segera
Informasi lebih lanjut dan pendaftaran tersedia melalui: bit.ly/BD-BC
Tentang Business Coaching DLABS – Dayalima Group
Program Business Coaching yang dijalankan DLABS dirancang secara khusus untuk business owner yang serius membangun bisnis yang tidak bergantung sepenuhnya pada satu orang. Program ini mencakup:
- Sesi coaching 90 menit, dua kali per bulan, selama 12 bulan
- Melibatkan business owner dan tim mereka bersama certified coach
- Akses ke learning system: materi, template, serta leadership & business workshop
- Setiap sesi menghasilkan strategi konkret dan action plan yang siap dieksekusi
Program ini adalah investasi — bukan pengeluaran. Data ICF 2024 menunjukkan rata-rata ROI dari program coaching mencapai 7 kali lipat, dengan korelasi kuat sebesar 72% terhadap peningkatan employee engagement.
Informasi Lebih Lanjut
Dayalima Group – DLABS A People Strategist Group
Website: dayalima.space Business Coaching: dayalima.space/workshop/business-coaching Diagnostic Call: bit.ly/BD-BC
Artikel ini diterbitkan oleh tim komunikasi Dayalima Group sebagai bagian dari komitmen kami untuk berbagi wawasan kepemimpinan dan pengembangan bisnis yang relevan bagi komunitas pelaku usaha Indonesia.


